Cegah Banjir Besar Terulang di Cilegon, Saluran Air ke Laut Diperbesar

Mada Mahfud
Banjir besar melanda Kota Cilegon 1-3 Januari 2026. Untuk mencegah banjir besar terulang, saluran air ke laut akan diperbesar. Foto: Ist

CILEGON, iNews Cilegon.idBanjir besar melanda Kota Cilegon 1-3 Januari 2026. Untuk mencegah banjir besar terulang, saluran air ke laut akan diperbesar. Upaya memperbesar saluran air akan dilakukan di sejumlah titik yang melewati kawasan industri.

”Dimensi drainase ke laut terlalu kecil sehingga tidak mampu menampung debit air saat hujan deras," kata Plt Sekda Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra, Kamis (8/1/2026).

Aziz menyatakan Pemkot Cilegon sudah meninjau sejumlah drainase di kawasan industri pada Rabu (7/1/2026).

”Industri sudah sepakat untuk memperbesar dimensi drainase yang bermuara langsung ke laut,” tutur Aziz.

Titik krusial saluran drainase antara lain di kawasan PT Selago, depan PT Asahimas, PT Sankyu, hingga PT Indorama. Aziz menyebut  kewenangan saluran berada di bawah  PT Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI).

Komunikasi pun dijalin dengan PT KSI. ”Pihak PT KSI siap segera melakukan redesain agar dimensi saluran air dari jalan nasional ke laut menjadi lebih besar, sehingga daya tampung air meningkat," terang Aziz.

Aziz menambahkan saluran air di depan masing-masing perusahaan diwajibkan untuk dibersihkan oleh dengan pendampingan dari PT KSI selaku pengelola kawasan industri.

Terkait saluran air yang tertutup bangunan, Aziz menandaskan akan dilakukan penertiban secara bertahap dengan mekanisme surat teguran.

"Kami beri kesempatan pemilik bangunan untuk membongkar sendiri. Jika tidak dilakukan sesuai batas waktu, maka akan kami bongkar. Ini menyangkut keselamatan warga karena banjir berkaitan langsung dengan nyawa," ceplos Aziz.

"Pekerjaan perbesaran drainase di wilayah kewenangan PT KSI, diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua bulan," ujar Aziz.

 Sementara itu, Koordinator Dewan Pakar INAPLAS Helmilus Musa menilai penanganan banjir menjadi faktor krusial dalam mewujudkan Kota Cilegon sebagai pusat pengembangan industri petrokimia nasional.

 Menurut Helminus, Cilegon tengah diusulkan dalam roadmap INAPLAS sebagai zona pengembangan industri petrokimia nasional. Bahkan berpeluang menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), namun persoalan banjir dinilai dapat menjadi penghambat serius.

 "Kalau sering dilanda banjir, tentu akan dinilai tidak layak untuk dikembangkan sebagai kawasan industri strategis," ujarnya.

 Ia menambahkan, pengembangan industri hilir petrokimia di Cilegon berpotensi besar menyerap tenaga kerja lokal. Namun, diperlukan sinergi antara industri dan pemerintah daerah, terutama dalam mengatasi titik penyempitan saluran drainase dan persoalan bangunan warga di atas Drainase.

"Tujuan kami sama, Cilegon bebas banjir dan siap menjadi pusat industri petrokimia nasional," tutup Helminus.

Editor : M Mahfud

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network