get app
inews
Aa Text
Read Next : Masyarakat Dikabarkan Segera Cabuti Pagar Laut di Tangerang, Ini Tanggapan Dirjen PSDKP KKP

Kok Bisa, Keluarga 6 Anak Tinggal di Gubuk di Cigeulis Tak Dapat Bansos, Benarkah?

Selasa, 21 Juni 2022 | 11:31 WIB
header img
Surnaeti warga kurang mampu di Desa Karyabuana, Cigeulis, Pandeglang harapkan bantuan pemerintah (Foto: Istimewa)

PANDEGLANG, iNewsCilegon.id – Keluarga Surnaeti beranak 6 tinggal di gubuk di Kecamatan Cigeulis Pandeglang mengaku belum mendapatkan Bansos. Ia meminta uluran pemerintah untuk menyelamatkan keluarganya.

Keluarga Surnaeti tinggal di Kampung Situ RT/ RW. 02/03 Desa Karyabuana, Kecamatan Cigeulis, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Surnaeti bersama suami dan ke-6 anaknya tinggal di gubuk reot dan rusak parah.

Surnaeti kepada wartawan  mengaku rumahnya adalah gubuk rusak dengan keadaan bocor. Kondisi makin parah di musim hujan sekarang.

“Kalau lagi musim hujan begini, susah hidup kami, gubuk pada bocor,” ucapnya sedih, Senin (20/06/2022).

Sebagai istri, Surnaeti tak banyak daya. Penghasilan suaminya belum memadai untuk membetulkan rumah gubuk.

“Suami kadang dapat uang kadang nggak. Jangankan untuk betulkan gubuk, untuk makan saja sulit,” ucap Surnaeti sambil menangis.

Kondisi yang sulit, membuat anak sulungnya terpaksa berhenti sekolah menengah pertama. “Bagaimana mau sekolah, tak ada biaya kita. Sedih banget,” lanjut Surnaerti dengan air mata tak terbendung.
Surnaeti mengaku  mengaku belum mendapatkan bantuan dari Pemerintah berupa RTLH, PKH, PIP dan BPNT dari Pemeritah. Sedangkan untuk tahun 2022 keluarganya baru terdaftar sebagai penerima BLT Dana Desa (BLT DD).

“Tahun ini dapat BLT dari Desa, dan untuk bantuan lain seperti PIP, PKH, dan BPNT gak pernah dapat,” akunya.

Menyikapi hal ini, Plt Korkab PKH Kabupaten Pandeglang, Didi saat dikonfirmasi merasa prihatin dengan keadaan Surnaeti dan ke enam anaknya harus tidur digubuk reot dan rusak parah.

Didi mengungkapkan, bakal membantu warga tersebut dengan cara mengecek terlebih dahulu, apakah Surnaeti terdaftar di DTKS atau tidak, apabila belum dirinya akan meminta kepada Pendamping PKH yang bertugas di Desa Karyabuana untuk mendaftarkan di Data Terpadu Kesejahtraan Sosial (DTKS).

“Nanti kita bantu, kasian juga, kalau belum terdaftar di DTKS kita bakal bantu supaya terdaftar agar dapat didaftarkan sebagai penerima PKH,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Karyabuana Rohana menuturkan, bahwa keluarga Surnaeti merupakan penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) pada tahun 2021.

"Keluarga Bu Surnaeti itu pernah menerima bansos BST tahun 2021, tapi untuk bansos yang lainnya saya juga kurang tahu, nanti kami cek," ujarnya, Senin (20/06/2022).

Rohana menuturkan, bahwa dirinya tidak tahu apakah Surnaeti ketika Kades sebelumnya sempat didata atau tidak untuk bansos.

"Saya kurang faham juga dulunya itu seperti apa pendataannya, karena saya kan menjabat kades juga baru, tapi insya allah nanti saya akan usahakan," kata Rohana.

Lanjutnya, dalam waktu dekat pihaknya akan mencoba berkordinasi dengan Kecamatan terkait bantuan RTLH bagi Surnaeti.

"Saya dan pak camat akan coba bermusyawarah baiknya seperti apa, mudah-mudahan di minggu ini ada pergerakan untuk membantu keluarga Bu Surnaeti secara swadaya, karena kalau menunggu ajuan dulu ke pemerintah khawatir lama realisasinya," pungkasnya.

 

Editor : M Mahfud

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut