Ini Dia 5 Perusahaan Smartphone Teratas (2Q22) Versi IDC

Tim iNews
.
Rabu, 21 September 2022 | 16:22 WIB
Ilustrasi Toko Smartphone. (Foto: Muhammad Ferdiansyah/Okezone)

JAKARTA, iNewsCilegon.id - Vanessa Aurelia, Associate Market Analyst, IDC (International Data Corporation’s) Indonesia, mengatakan, pasar smartphone diperkirakan tidak akan mengalami peningkatan di 2H22 karena faktor ekonomi makro seperti inflasi, pergerakan nilai tukar mata uang, peningkatan suku bunga, dan kenaikan harga bahan bakar yang terus mengikis daya beli konsumen. IDC pun memperkirakan pengiriman smartphone secara keseluruhan akan menurun pada tahun 2022.

Berdasarkan survei IDC, berikut 5 perusahaan smartphone teratas (2Q22):

OPPO naik kembali ke posisi pertama di 2Q22. OPPO terus memperluas portfolio kelas menengahnya (US$ 200-US$ 400), segmen ini mencakup 46,9% dari total pengiriman OPPO pada 2Q22, dibandingkan dengan 18,1% pada 2Q21. Segmen menengah OPPO didukung oleh model A96 dan model-model dari seri Reno 7. Pangsa 5G OPPO meningkat secara signifikan dengan seri Reno 7.

Samsung turun menempati posisi kedua di 2Q22. Samsung meningkatkan pengiriman produk segmen menengahnya dengan merilis berbagai model A dan M baru, karena kontribusi segmen tersebut terhadap pengiriman keseluruhan Samsung meningkat dua kali lipat dari kuartal sebelumnya menjadi 23,2%. Beberapa model seri A dan M baru ditawarkan dalam varian 5G yang turut membantu Samsung dalam mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pangsa 5G.

vivo mempertahankan posisi ketiga pada 2Q22 dengan pijakan yang kuat di segmen <US$ 200, didukung oleh performa yang baik dari model Y15s dan Y21. Selain itu, vivo juga merilis model Y01 untuk mengisi segmen ultra-low-end (<US$ 100), menggantikan model Y1s. Pengiriman 5G vivo juga meningkat secara signifikan berkat model T1 5G dan T1 Pro 5G yang baru dirilis.

Xiaomi, di posisi keempat, berhasil mempertahankan posisi kuat pada segmen <US$ 200 dengan Redmi 10A dan 10C yang baru dirilis. Model flagship Xiaomi 12 dan Xiaomi 12 Pro memperkuat posisi Xiaomi di segmen >US$ 600, didukung oleh keadaan pasokan yang membaik untuk produk pada rentang harga lebih tinggi. Meski demikian, pada kuartal ini Xiaomi berfokus memperbaharui segmen 4G low-end (US$ 100-US$ 200), berimbas pada penurunan peringkat Xiaomi di segmen 5G ke posisi keempat pada 2Q22.

realme bertahan di posisi kelima pada 2Q22. Model-model baru seperti C35 dan C31, serta model-model C lama, memberi dukungan kuat untuk segmen <US$ 200. Segmen kelas menengahnya menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, berkat realme 9, Narzo 50, dan GT Neo 3T. GT Neo 3 yang baru dirilis juga mendorong segmen menengah ke atas realme (US$ 400-US$ 600). Pangsa 5G realme juga tumbuh secara signifikan berkat model GT Neo 3, GT Neo 3T, dan Narzo 50 5G.

Editor : Novita Sari
Bagikan Artikel Ini