get app
inews
Aa Text
Read Next : Guru Honorer di Cilegon Masih Gigit Jari, Belum Ada Solusi Pembayaran Honor

2 Tersangka TPPO di Lebak Berhasil Diringkus Polisi, Janjikan Gaji Rp5 Juta per Bulan

Selasa, 25 Juli 2023 | 12:35 WIB
header img
Dua tersangka TPPO di Lebak, Banten, berhasil diamankan. Foto: Istimewa

LEBAK, iNewsCilegon.id - Dua tersangka berinisial SP dan AM, terpaksa digelandang ke jeruji besi, keduanya merupakan warga Kabupaten Lebak dan Jakarta. SP dan AM diringkus Polisi karena terbukti melakukan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Kapolres Lebak Polda Banten, AKBP Suyono,SIK, melalui Kasat Reskrim Polres Lebak AKP Andi Kurniady Eka Setyabudi, STK,SIK, membenarkan hal tersebut.

“Ya benar, bahwa Polda Banten dan Sat Reskrim Polres Lebak, telah mengungkap kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), dan kedua tersangka sudah diamankan," demikian dikatakan Kasat Reskrim Polres Lebak AKP Andi Kurniady Eka Setyabudi, STK,SIK. Senin (24/7/2023).

Andy menjelaskan, dalam menjalankan aksinya, para pelaku merekrut korbannya dengan mengiming-imingi akan dipekerjakan di Abu Dhabi akan mendapatkan gaji U$350 atau Rp5 juta per bulan.

“Aksi itu dilakukan pada Februari 2017, Tempat kejadian perkaranya di Cibinong, Desa Citeupuseun, Kecamatan Cihara Kabupaten Lebak, Banten," jelasnya. 

Lanjut Andy, ketika sudah direkrut oleh pelaku para korban ternyata tidak dipekerjakan sebagaimana janji diawal. 

“Bukannya dipekerjakan sebagaimana janjinya, namun korban malah diserahkan ke tersangka AM, sebagai agen penyalur tenaga kerja Indonesia yang beralamat di Jakarta. Setelah diberangkatkan dengan proses yang lama, ternyata, para korban yang bekerja sebagai asisten rumah tangga, tidak sesuai dengan yang telah dijanjikan oleh tersangka," ungkap Andi.

Andi menjelaskan, Tersangka SP, mendapatkan imbalan sebesar Rp6 juta, untuk persatu orang korban dari AD. Kasus ini berhasil diungkap, karena para korban melapor ke pihak Kepolisian.

“Kami akan bertindak tegas siapapun yang terlibat dalam kasus TPPO di Lebak, dalam kasus ini para tersangka dikenakan Pasal 2 atau Pasal 10 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007, tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), dengan ancaman penjara paling singkat selama 3 tahun, serta Pasal 69 Jo 81 Undang-Undang 18 Tahun 2017, tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun penjara," pungkasnya.

Editor : M Mahfud

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut