Logo Network
Network

Kenakan Baju Baduy di Australia, Pria Ini Promosikan Wisata Banten ke Dunia

Ila Nurlaila Sari
.
Jum'at, 23 Februari 2024 | 06:00 WIB
Kenakan Baju Baduy di Australia, Pria Ini Promosikan Wisata Banten ke Dunia
Said Abbi Thalib, diaspora asal Pandeglang saat bertemu Menparekraf Sandiaga Uno di Australia (Foto: cilegon.inews.id)

MELBOURNE, iNews Cilegon.id - Kenakan baju Baduy, Said Abbi Thalib, diaspora di Melbourne, Australia asal Kabupaten Pandeglang, Banten, meminta agar potensi wisata lokal mendapat perhatian lebih dari Kemenparekraf untuk di eksplorasi sebagai tempat pariwisata utama di Indonesia. Hal itu diungkapkannya saat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno melakukan kunjungan kerja ke Australia, tepatnya ke kota Sydney dan Melbourne. Rabu (21/2/2024).

 
Kunjungan ini guna menjajaki kerja sama dalam upaya meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara antar kedua negara khususnya untuk segmen wisata dan Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE). 

"Jika kerja sama antara Melbourne Convention Bureau dan Kemenparekraf dapat lebih ditingkatkan, maka ini akan mempererat dan meningkatkan hubungan bagi Industri MICE antara Indonesia dengan Australia," kata Sandiaga Uno.

Disela-sela kunjungannya, Sandi Uno bertemu dengan diaspora Indonesia di Melbourne. Salah satunya, adalah intelektual muda dari Kabupaten Pandeglang, Banten, Abbadi Said Thalib, yang saat menghadiri pertemuan mengenakan baju Pangsi khas suku Baduy lengkap dengan Lomar dan tas Koja. 

Sandiaga meyakini, bahwa Kabupaten Pandeglang akan menjadi destinasi wisata kelas dunia karena akan tersambung dengan jalan tol dari Serang ke Panimbang (Serpan) dengan daya tariknya tentu akan menjadi primadona pariwisata dunia.

"Saya yakin dengan tersambungnya jalan tol Serpan potensi wisata lokal di Banten, khususnya Kab. Pandeglang dan Lebanakan berkembang dan terkenal hingga tinggkat dunia," kata Sandiaga.

Dalam kesempatan itu, Sandi juga menyingung baju dan tas asli Baduy yang pernah dikenakan oleh Presiden Joko Widodo saat pidato kepresidenan menjadikan baju Baduy sangat terkenal. 

"Baju dan tas asli Baduy yang dikenakan oleh Presiden Joko Widodo sangat terkenal dan terjual habis di pasaran karena ini kearifan lokal," ucapnya

Sandi berharap, diaspora Indonesia dapat menjadi duta pariwisata sehingga turut serta dalam mempromosikan keindahan dan keunikan Indonesia melalui kuliner, fashion, kriya hingga musik. 

“Banten ini adalah destinasi luar biasa yang menyimpan sejuta pesona. Sukses buat semua teman-teman dari Banten,” tandasnya.

Sementara itu, Abbadi Said Thalib, Diaspora asal Kabupaten Pandeglang mengatakan, bahwa mimpinya agar Pandeglang mendapat perhatian lebih dari Kemenparekraf untuk di eksplorasi sebagai tempat pariwisata utama di Indonesia. 

“Kami warga Banten yang saat ini tinggal di Melbourne, mempunyai aspirasi untuk melestarikan dan mempromosikan budaya Banten, kami berharap dukungan dari Kemenparekraf agar komunitas kami dapat terbentuk dan disambut baik oleh warga lokal di Melbourne,” pungkasnya.

Editor : Mahfud

Follow Berita iNews Cilegon di Google News

Bagikan Artikel Ini