Perbaikan Infrastruktur Sekolah Jadi Atensi, Pemkot Cilegon Anggarkan Rp18 Miliar
CILEGON, iNewsCilegon.id - Wali Kota Cilegon, Robinsar, dan Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo (Robinsar-Fajar), menyebut perbaikan infrastruktur sekolah menjadi salah satu fokus program mereka. Pemkot Cilegon bahkan telah menginfentarisir dan mengklasifikasikan sekolah dalam tiga kategori yakni, rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan.
Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, menyebut terdapat ratusan sekolah di Cilegon yang mengalami kerusakan berat, sedang, hingga ringan dari 242 sekolah mulai dari TK, SD, dan SMP.
"Itu kita bagi tiga kategori mulai dari rusak parah, sedang, sama yang paling ringan. Karena jangan sampai yang perbaikannya tidak perlu atensi malah diperbaiki duluan," katanya di hadapan awak media saat ditemui di Rumah Dinas Wali Kota Cilegon.
Fajar juga menyebut Pemkot Cilegon bekerja sama dengan Untirta untuk menganalisis kondisi sekolah. Berdasarkan catatan tersebut, diketahui sekira 200 sekolah rusak ringan, 49 rusak sedang dan 20-an sekolah rusak parah.
"Untuk yang rusak parah itu yang harus jadi prioritas, PR kita yang sedang ini enggak jadi rusak berat, nggak jadi prioritas. Maka kami minta juga guru-guru, pengawas sekolah juga lebih aktif," ucapnya.
"Jangan sampai ada lima kelas tapi satu kelas jendelanya tidak layak tapi terlalu menunggu birokrasi, perintah, dan atensi pimpinan baru diperbaiki, seperti itu yang kita tidak mau," imbuh politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.
Dalam kesempatan itu, Fajar juga meminta awak media aktif melaporkan kepadanya jika menemukan infrastruktur sekolah yang tidak layak. Namun, dia meminta laporan tersebut mesti sesuai dengan fakta yang ada di lapangan.
"Ini kami sebut pentahelix dengan media, karena sejauh mana sih (kita tahu) mata kami cuma dua, dengan peran para media, saya yakin akan lebih cepat," katanya.
Sementara itu, Wali Kota Cilegon Robinsar memastikan perbaikan infrastruktur sekolah menjadi atensi Pemkot Cilegon. Pihaknya optimis akan fokus pada peningkatan SDM yang salah satunya ditunjang oleh sarana dan prasarana yang mendukung.
"Bagaimana anak kita bisa belajar dengan baik kalau tiba-tiba bocor? Itu target kami dan akan kami selesaikan. Kami juga tunggu masukan, informasi dan laporan dari awak media. Kalau ada laporan masyarakat, segera laporkan. Itu membantu kami," ucap Robinsar.
Untuk menunjang perbaikan infrastruktur sekolah di Kota Cilegon, orang nomor satu di Kota Cilegon ini juga menyebut telah menganggarkan dana sekira Rp18 miliar.
"Biasanya untuk perbaikan infrastruktur Rp7-8 miliar. Anggaran untuk Dikdas itu Rp60,5 miliar, Rp40 miliar untuk gaji pegawai, Rp20,5 miliar untuk infrastruktur dan lain-lain," ucapnya.
Robinsar mengungkapkan, dari anggaran Rp20,5 miliar awalnya anggaran pembangunan hanya sekira Rp8 miliar dan Rp12,5 miliar untuk agenda seremonial dan kegiatan lainnya.
"Karena ada efisiensi dan pemilihan program yang langsung menyentuh pembangunan kita puter. Jadi Rp18 miliar untuk infrastruktur dan Rp2 miliar untuk seremonial," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Robinsar juga peruntukan anggaran perbaikan infrastruktur sekolah tersebut. "Ini untuk mabeler, revitalisasi, pembangunan ruang kelas baru, jadi itemnya macem-macem," katanya.
Dia memastikan bahwa ratusan sekolah yang mengalami kerusakan ditargetkan untuk diselesaikan dalam empat tahun masa kepemimpinannya. Robinsar menyabut perbaikan akan disesuaikan dengan urgensi kondisi sekolah yang mengalami kerusakan.
"Kami sudah petakan selama 4 tahun selesai, terhadap data yang sudah kami pegang. Kalau di perjalanan ada penambahan lagi, akan kami sesuaikan," katanya.
Editor : Rizqa Leony Putri