Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Aktivitas Gunung Anak Krakatau Dipastikan Mereda Usai Erupsi Hebat, Status Turun Jadi Waspada
Advertisement . Scroll to see content

Erupsi Kembali Meningkat, Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga Mulai Jumat Malam

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:14 WIB
  • author Mada Mahfud
Erupsi Kembali Meningkat, Gunung Anak Krakatau Berstatus Siaga Mulai Jumat Malam
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Lampung, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews Cilegon.id— Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Lampung, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). 

Perubahan status ini berlaku mulai Jumat (9/10/2026) pukul 21.00 WIB seiring peningkatan frekuensi erupsi yang terekam sejak awal Oktober 2026.

Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengonfirmasi bahwa pengamatan instrumental mencatat peningkatan kejadian erupsi secara intensif dalam kurun beberapa hari terakhir.

"Hal ini ditandai oleh terjadinya 14 kali erupsi Gunungapi Anak Krakatau yang terjadi sejak tanggal 6–9 Oktober 2026," kata Lana Saria dalam keterangan resminya, Sabtu (10/10/2026).

Meskipun frekuensi erupsi meningkat, Lana menjelaskan bahwa aktivitas kegempaan vulkanik masih berada di tingkat yang relatif stabil dan belum menunjukkan lonjakan ekstrem.

"Selama periode 21 September–9 Oktober 2026, kegempaan vulkanik Gunungapi Anak Krakatau, baik yang berasosiasi dengan magmatik dangkal maupun gempa yang berasosiasi dengan magmatik dalam tidak memperlihatkan gejala peningkatan yang signifikan dengan kejadian rata-rata perhari dibawah 5," tuturnya.

Ia menambahkan bahwa grafik Real-time Seismic Amplitude Measurement (RSAM) dan data tiltmeter juga belum mencatat lonjakan aktivitas geologi yang drastis. Namun, guna mengantisipasi bahaya dan menjaga keselamatan publik, Badan Geologi memperketat jarak aman di sekitar kawasan gunung api tersebut.

"Masyarakat di sekitar Gunungapi Anak Krakatau dan pengunjung, wisatawan, pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 5 km dari pusat erupsi Anak Krakatau," ucap Lana.

Selain zona radius 5 kilometer, tim pengamat melarang masyarakat mendekati area pulau baru di sektor barat laut dan tenggara dalam radius 1 kilometer. Pihak otoritas turut mengimbau warga agar mewaspadai ancaman lontaran material pijar, hujan abu lebat, aliran lava, serta potensi erupsi sekunder akibat reaksi magma dengan air laut.

Terkait isu yang beredar di tengah publik, Lana mengimbau warga Banten dan Lampung agar memilah informasi dengan bijak dan tidak panik terhadap kabar bohong mengenai potensi tsunami.

"Masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung harap tenang dan jangan mempercayai isu-isu tentang erupsi Gunungapi Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami, serta dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat," ujarnya.

Badan Geologi bersama instansi terkait akan terus memantau dinamika aktivitas Gunung Anak Krakatau secara berkala dan menyampaikan pembaruan status secara transparan kepada masyarakat.

Editor: M Mahfud

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut