Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Erupsi Anak Krakatau Berlanjut Rabu Ini Disertai Gempa
Advertisement . Scroll to see content

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Dipastikan Mereda Usai Erupsi Hebat, Status Turun Jadi Waspada

Selasa, 22 September 2026 | 10:51 WIB
  • author Binti Munfarida / Mada Mahfud
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Dipastikan Mereda Usai Erupsi Hebat, Status Turun Jadi Waspada
Aktivitas Gunung Anak Krakatau dipastikan mereda usai erupsi hebat yang membuat kalang kabut daerah sekitar hingga Jabodetabek akibat sebaran abu vulkanik. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNews Cilegon.id –  Aktivitas Gunung Anak Krakatau dipastikan mereda usai erupsi hebat yang membuat kalang kabut daerah sekitar hingga Jabodetabek akibat sebaran abu vulkanik. Penerbangan di Bandara Soekarno Hatta juga sempat dihentikan.

Kepala Badan Geologi Lana Saria dalam keterangannya, Selasa (22/9/2026) menyatakan penurunan aktivis membuat status Gunung Anak Krakatau diturunkan levelnya pada 21 September 2026 dari Siaga ke Waspada.

"Status diturunkan dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) terhitung mulai tanggal 21 September 2026 pukul 18.30 WIB," kata Lana Saria.

Sebelumnya Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi hebat dari rentang 3-6 September. Badan Geologi mencatat terjadi erupsi sebanyak 224 kali.

Dari tanggal 4 September 2026 pukul 23.07 WIB hingga 6 September 2026 pukul 00.04 WIB, terjadi erupsi menerus selama 25 jam. Erupsi menerus tersebut menghasilkan aliran lava ke arah barat laut, barat, barat daya dari pusat erupsi.

Setelahnya masih terjadi erupsi strombolion sebanyak 7 kali dan dilanjutkan aktivitas yang menurun hingga 20 September 2026 pukul 00.00 WIB.

Meski aktivitas sudah menurun ke Level II atau status Waspada, Lana Saria menegaskan masih ada bahaya di radius 2 km dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

”Masih ada ancaman bahaya lontaran batu pijar dan hujan abu lebat," kata Lana.

Lana meminta masyarakat untuk selalu memantau informasi resmi dari Badan Geologi dan BPBD setempat sehingga tak termakan hoaks yang dihembuskan pihak tak kompeten.

Editor: M Mahfud

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut