“Tepat satu tahun yang lalu kami juga menerima penilaian BPK. Alhamdulillah, tahun kemarin Cilegon juga WTP, tetapi masih ada catatan terkait defisit anggaran kurang lebih Rp125 miliar. Hari ini alhamdulillah Cilegon bisa lebih baik dari tahun kemarin,” katanya.
Robinsar mengaku bahwa dirinya bersama Wakil Wali Kota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, terus melakukan pembenahan dan penguatan sinergi bersama seluruh perangkat daerah guna memperbaiki berbagai temuan yang sebelumnya menjadi perhatian BPK.
“Kami terus belajar, terus evaluasi diri. Kami langsung turun bersama Inspektorat, BPKPAD, Pak Sekda dan seluruh OPD memastikan apa yang menjadi harapan tim pemeriksa dapat diakomodir dengan baik,” tuturnya.
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Cilegon yang telah bekerja keras selama proses pemeriksaan berlangsung. “Siang malam kami memonitor, bahkan sampai jam 12 malam hingga jam 1 pagi memastikan seluruh dokumen sesuai harapan. Alhamdulillah hari ini Cilegon dinilai lebih baik,” ucapnya.
Menurut Robinsar, raihan opini WTP bukan sekadar penghargaan administratif, tetapi menjadi bentuk tanggung jawab pemerintah daerah kepada masyarakat dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel.
“WTP ini bukan hanya secercah kertas, tetapi harus benar-benar bisa dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Apa yang menjadi arahan dari BPK akan terus kami evaluasi dan tindaklanjuti agar ke depan Kota Cilegon bisa lebih baik lagi,” katanya.
Mengakhiri sambutannya, Robinsar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses pemeriksaan hingga Kota Cilegon kembali meraih opini WTP.
“Terima kasih kepada Pak Sekda, Mas Wakil, Kepala BPKPAD, Inspektur, seluruh kepala OPD dan jajaran yang telah bekerja keras membantu jalannya pemeriksaan dengan sangat baik. Alhamdulillah, Cilegon sudah lebih baik. Semoga tahun depan bisa lebih baik lagi,” ujarnya.
Editor : Rizqa Leony PutriMPI Marketing
Artikel Terkait
