Ancaman paling berbahaya bagi Milan lahir di menit ke-30. Strahinja Pavlović melakukan aksi individu menusuk dari sisi kiri, namun sepakan kerasnya masih melayang tipis di atas mistar gawang Robert Sánchez. Saat babak pertama tampak akan usai tanpa gol, Chelsea justru memecah kebuntuan pada masa injury time (45+2'). Bola eksekusi sepak pojok Moisés Caicedo disambar dengan sundulan terukur oleh João Pedro untuk membawa The Blues unggul 1-0 hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Milan mencoba melakukan penyegaran dengan merotasi sejumlah pemain, termasuk memasukkan Christopher Nkunku dan Alexis Saelemaekers. Niat hati ingin menyamakan kedudukan, gawang Milan justru kebobolan kilat saat babak kedua baru berjalan kurang dari seminit. Menerima umpan matang Pedro Neto, João Pedro mencetak gol keduanya malam itu dan menggandakan keunggulan Chelsea menjadi 2-0.
Gol cepat tersebut membuat Chelsea tampil lebih rileks dan menarik diri untuk mengatur tempo. Milan sempat mengambil kendali penguasaan bola, tetapi serangan demi serangan mereka selalu buntu di barisan pertahanan Chelsea yang sangat disiplin.
Momen kerapuhan Milan kembali dimanfaatkan Chelsea lewat situasi bola mati pada menit ke-51. Bermula dari sepak pojok Romeo Lavia, Moisés Caicedo melayangkan tembakan first-time tajam yang bersarang mulus di gawang lawan, memperlebar jarak menjadi 3-0.
Di sisa waktu pertandingan, Milan terus berjuang memangkas ketertinggalan melalui variasi umpan panjang, namun pertahanan kokoh The Blues tak tergoyahkan. Hingga laga usai, skor 3-0 tetap bertahan untuk kemenangan Chelsea atas AC Milan dalam gelaran Indonesia Super Cup 2026.
Editor : M Mahfud
Artikel Terkait
