Jadi Penyebab Banjir Cilegon, Aktivitas Pertambangan Akan Dihentikan
CILEGON, iNews Cilegon.id – Banjir Cilegon salah satunya diperparah aktivitas pertambangan. Pemkot Cilegon mengusulkan dilakukan penghentian pertambangan untuk sementara alias moratorium.
Cilegon dilanda banjir besar pada 1-3 Januari 2026. Selain cuaca ekstrem, kondisi lingkungan yang rusak akibat pertambangan dituding memperparah banjir.
Pemkot Cilegon tengah mempertimbangkan untuk menghentikan aktivitas pertambangan.
"Ini di tingkat Forkopimda akan dibahas untuk diajukan ke Pemprov Banten, terkait dengan penyebab banjir,” kata Plt Sekda Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra, Senin (5/1/2026).
Aziz menegaskan komunikasi intensif akan dilakukan dengan Pemporv Jawa Barat untuk membahas penyebab banjir dan upaya mencegahkan di masa depan.
”izin-izin (pertambangan) yang sudah dikeluarkan mana saja," kata Aziz.
"Tentunya kita juga harus memantau yang ada di lapangan karena kita kan yang punya wilayah. Kami mohon sih ke depan mungkin izin-izin pertambangan harus di stop lah atau di moratorium, karena ini pengalaman yang sudah kita alami," tutur Aziz.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo menyatakan sudah jauh hari mengidentifikasi dampak aktivitas pertambangan sejak lama.
”Kita sudah menyampaikan bahwa dampak bencana itu dari sisi tambang itu sudah dari awal. Sudah kita identifikasi dari awal," kata Fajar.
Aziz menegaskan komunikasi intensif akan dilakukan dengan Pemporv Jawa Barat untuk membahas penyebab banjir dan upaya mencegahkan di masa depan.
”izin-izin (pertambangan) yang sudah dikeluarkan mana saja," kata Aziz.
"Tentunya kita juga harus memantau yang ada di lapangan karena kita kan yang punya wilayah. Kami mohon sih ke depan mungkin izin-izin pertambangan harus di stop lah atau di moratorium, karena ini pengalaman yang sudah kita alami," tutur Aziz.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo menyatakan sudah jauh hari mengidentifikasi dampak aktivitas pertambangan sejak lama.
”Kita sudah menyampaikan bahwa dampak bencana itu dari sisi tambang itu sudah dari awal. Sudah kita identifikasi dari awal," kata Fajar.
Editor : M Mahfud