Permintaan Domestik Melemah, Industri Alkes Sasar Pasar Ekspor
JAKARTA, iNews Cilegon.id - Permintaan dari pasar domestik melemah, industri alat kesehatan (Alkes) kini menyasar ekspor.
Pelemahan permintaan pasar domestik diungkapkan Ketua Umum Himpunan Pengembangan Ekosistem Alat Kesehatan Indonesia (HIPELKI) Randy H. Teguh dalam keterangan kepada wartawan, Kamis (30/7/2026).
Rendy menyebut pelemahan permintaan domestik tidak melulu karena ekonomi tengah melemah melainkan juga kurangnya dukungan terhadap industri alkes.
Kondisi tersebut bisa membawakan ketahanan kesehatan nasional. Ia merujuk saat pandemi Covid tahun 2020-2023 bahwa ketersediaan alat kesehatan sangat penting untuk ketahanan di bidang kesehatan Nasional.
"Indonesia seolah lupa dengan pelajaran saat pandemi Covid soal ketahanan alkes," ujar Randy H. Teguh.
Agar industri alkes lokal tetap bertahan, Randy menyatakan terobosan dilakukan HIPELKI.
"HIPELKI bersama Kemlu, khususnya Ditjen Asia Pasifik dan Eropa (ASPASAF) dan Ditjen Amerika dan Eropa (AMEROP), mendorong percepatan ekspor sebagai alternatif pasar," jelas Randy.
Langkah HIPELKI ditindaklanjuti sejumlah produsen alkes lokal seperti PT ESA WEGO Indonesia. Perusahaan joint venture PT ESA Medika Mandiri Tbk dan WEGO asal China ini menargetkan ekspor benang bedah ke Amerika dan Eropa pada tahun 2027.
Direktur Utama PT ESA Medika Mandiri Tbk, Florian Chris Widjaja, mengatakan investasi awal untuk fasilitas produksi benang bedah PT ESA WEGO Indonesia mencapai Rp20 miliar.
Pabrik ini dibangun dengan standar internasional untuk menghasilkan produk yang mampu bersaing di pasar global.
"Pabrik ini adalah wujud komitmen PT ESA terus berinovasi, meningkatkan kualitas, dan menghasilkan produk alat kesehatan Indonesia yang mampu bersaing di pasar global," ujar Chris.
Chris menambahkan, PT ESA Medika Mandiri Tbk yang resmi melantai di bursa saham pada 8 Juli 2026, telah berpengalaman lebih dari 30 tahun mendistribusikan produk dari Amerika dan Eropa. Pengalaman ini mempermudah adopsi standar WEGO.
"Saat ini produksi kami fokus untuk pasar Indonesia. Namun rencana untuk ekspor ke Amerika dan Eropa sudah kami siapkan dan ditargetkan mulai 2027," jelas Chris.
Selain Amerika dan Eropa, PT ESA Medika Mandiri Tbk juga aktif dalam business matching yang difasilitasi HIPELKI bersama Ditjen ASPASAF untuk menembus pasar ASEAN dan Afrika.
Editor : M Mahfud