Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Update Kebakaran Kapal Feri KMP Batu Mandi, Ini Penjelasan Kapolda Banten
Advertisement . Scroll to see content

Puncak Hari Santri di Lebak: Kapolda Banten dan Ribuan Warga Melebur dalam Pesona Santri 2026

Minggu, 08 November 2026 | 16:41 WIB
  • author Mada Mahfud
Puncak Hari Santri di Lebak: Kapolda Banten dan Ribuan Warga Melebur dalam Pesona Santri 2026
Kapolda Banten bersama ribuan warga memadati Alun-Alun Rangkasbitung dalam puncak Pesona Santri Banten 2026. (Foto: Ist)

LEBAK, iNews Cilegon.id — Kapolda Banten dan jajaran tokoh Banten melebur di Alun-Alun Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Minggu (8/11/2026) merayakan puncak peringatan Hari Santri Nasional Tingkat Provinsi Banten bertajuk Pesona Santri Banten 2026.

Selain Kapolda Banten Irjen Hendra Kurniawan, sejumlah pejabat daerah dan tokoh nasional turut hadir, di antaranya Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah, Ketua MUI Provinsi Banten, jajaran Presidium dan Dewan Pertimbangan FSPP Banten, hingga tokoh masyarakat Banten KH. Embay Mulya Syarief.

Presidium FSPP Provinsi Banten, KH. Sulaiman Effendi, menyatakan kegiatan Pesona Santri 2026 menegaskan posisi strategis pesantren dalam menjaga keamanan, kondusivitas, dan persatuan di Banten.

Sulaiman menyampaikan apresiasi tinggi atas kehadiran Kapolda Banten beserta jajarannya di tengah-tengah keluarga besar pesantren.

"Kehadiran pimpinan kepolisian bersama para ulama, kiai, dan santri menjadi momentum positif untuk memperkuat komunikasi dan membangun kedekatan antara Polri dengan masyarakat pesantren," kata Pimpinan Pondok Pesantren Manahijussadat tersebut.

FSPP menilai silaturahmi ini merupakan langkah krusial dalam membangun kemitraan berbasis saling menghormati dan tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Senada dengan FSPP, Kapolda Banten dalam sambutannya menegaskan pentingnya kolaborasi humanis antara institusi kepolisian dan pondok pesantren di bawah semangat "Polri Bersama Masyarakat". 

Menurutnya, komunikasi yang cair antara aparat dan kiai menjadi kunci utama penyelesaian berbagai dinamika sosial secara bijak.

Istigasah dan Deklarasi Damai

Kekhusyukan mewarnai rangkaian acara saat istigasah dan doa bersama dipimpin oleh KH. Anang Azhari, Pimpinan PP Al-Mizan sekaligus Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Presidium FSPP Banten. 

Doa dipanjatkan khusus untuk keselamatan bangsa dan terwujudnya Indonesia yang aman serta berkeadilan.

Puncak acara spiritual ini ditandai dengan Pembacaan Deklarasi Damai oleh Assoc. Prof. Dr. KH. Ikhwan Hadiyyin, M.M., Ketua Dewan Pertimbangan Presidium FSPP Provinsi Banten.

Deklarasi tersebut memuat tiga komitmen utama keluarga besar pesantren Banten:

1. Menjaga martabat pesantren sebagai lembaga pendidikan dan aset vital bangsa.

2. Mendorong reformasi Polri yang profesional, humanis, transparan, dan akuntabel.

3. Memperkuat kemitraan strategis antara Polri dan pesantren.

Kalangan pesantren juga menegaskan komitmen agar setiap dugaan pelanggaran hukum diproses secara objektif, berkeadilan, dan tetap menjunjung tinggi supremasi hukum serta asas praduga tak bersalah.

Unjuk Gigi Keterampilan dan Budaya Santri

Suasana makin semarak ketika lima tim marching band santri tampil memukau di hadapan ribuan pasang mata. Kelima tim yang menguncang Alun-Alun Rangkasbitung yakni Gema Insan Karima, Darel Azhar Marching Band, CSPA Corps Syi'ar Putri Al Mizan Marching Band Gema Nada Manahijussadat, dan Marching Band Syiar Arrahmah Corps. 

Aksi disiplin, kerapian formasi, dan harmoni musik para santri membius pengunjung dan wali santri yang hadir. Penampilan ini membuktikan bahwa pesantren tidak hanya mencetak ahli ilmu agama, tetapi juga melatih kepemimpinan, seni, dan kreativitas generasi muda.

Puncak acara pada 8 November 2026 ini merupakan muara dari marathon kegiatan yang dimulai sejak 22 Oktober 2026. 

Rangkaian acara diawali dengan Festival Santri Lebak, Kompetisi Pencak Silat Santri di PP Darel Azhar yang diikuti lebih dari 1.500 peserta, Manahijussadat Open Marching Band pada 31 Oktober, hingga Coaching Clinic Marching Band*pada 7 November yang menghadirkan Duta Budaya Santriyah asal Wonosobo, Aprilia Dewi Amanda.

Agenda Tahunan

Melihat antusiasme luar bias, Presidium FSPP Provinsi Banten, KH. Sulaiman Effendi, Banten berharap Pesona Santri Banten dapat dipatenkan menjadi agenda tahunan. 

Sulaiman menekankan, kemandirian pesantren akan jauh lebih bermakna jika dibersamai oleh kebijakan dan dukungan nyata dari pemerintah daerah secara berkelanjutan, bukan sekadar sinergi seremonial semata.

Editor: M Mahfud

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut