Kunjungi Sekolah-Sekolah, Gerakan Nusantara 2022 Tingkatkan Edukasi Hidup Sehat dan Cinta Lingkungan

Mikail Mpu
.
Jum'at, 05 Agustus 2022 | 15:36 WIB
Program ini dapat menjadi langkah awal untuk memberikan literasi gizi kepada anak-anak di Sekolah Dasar sebagai bekal di kemudian hari. (Foto: Tangkapan Layar)

JAKARTA, iNewsCilegon.id – Hasil penelitian South East Asian Nutrition Survey (SEANUTS) II yang dilakukan oleh FrieslandCampina bekerja sama dengan universitas dan lembaga penelitian terkemuka di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam dimana melibatkan hampir 14.000 anak, dengan rentang usia antara 6 bulan hingga 12 tahun, didapatkan fakta masih tingginya ‘triple burden of malnutrition’, yang terdiri dari kekurangan gizi, kekurangan zat gizi mikro, dan kelebihan berat badan/obesitas.

Diungkapkan oleh Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia (FFI), Andrew F. Saputro, di wilayah Jawa-Sumatera, kasus anak berperawakan pendek atau stunted masih banyak ditemukan pada anak-anak, dengan prevalensi sebesar 28,4% pada anak dibawah 5 tahun.

“Sementara, hampir 15% anak usia 7-12 tahun memiliki kelebihan berat badan/obesitas. Selain itu, sebagian besar anak-anak tidak memenuhi kebutuhan rata-rata asupan kalsium dan vitamin D, sehingga masalah gizi ini menjadi hal yang sangat penting,” tandas Andrew.

Hal itu pula yang melatarbelakangi FFI tidak henti untuk terus mengedukasi tentang pentingnya pemenuhan gizi ini. Terbukti lewat Gerakan Nusantara (miNUm Susu tiAp hari uNTuk Anak ceRdas Aktif Indonesia) yang digelar FFI setiap tahun dan tahun ini memasuki tahun kesepuluh.

Spesial di tahun ini, tak hanya menyoroti masalah gizi, tapi juga berbagai program edukasi diantaranya; permasalahan lingkungan.

Untuk diketahui, Gerakan Nusantara diluncurkan sejak tahun 2013 dan sampai dengan tahun 2021, program ini telah menjangkau 4.999 Sekolah Dasar dengan jangkauan 2.554.458 siswa, dan telah melatih 7.336 guru melalui kegiatan training of trainers.

Apa yang dilakukan FFI mendapat sambutan hangat dan apresiasi dari berbagai pihak seperti; Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Nadiem Anwar Makarim, B.A., M.B.A; Direktur Kemitraan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Dra. Jo Kumala Dewi, M.Sc.; Ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Ahmad Syafiq, Ir, MSc, PhD; dan Founder Yayasan Nara Kreatif, Nezatullah Ramadhan.

“Syarat utama anak-anak untuk bisa belajar dengan merdeka dan optimal adalah gizinya terpenuhi dengan baik. Oleh karena itu, kampanye literasi gizi merupakan hal yang sangat penting dilakukan, khususnya ditengah upaya kita saat ini untuk pulih dari situasi pandemi. Terlebih lagi karena anak-anak sudah kembali belajar di sekolah sehingga peningkatan pengetahuan tentang gizi seimbang dan gaya hidup aktif harus digerakkan secara optimal dan berkelanjutan,” dukung Menteri Nadiem Makarim.

“Program ini adalah salah satu solusi nyata dari pihak swasta dalam mendukung program pemerintah untuk pengelolaan lingkungan hidup melalui peningkatan kecerdasan dan kesadaran lingkungan generasi penerus bangsa. Kecintaan anak-anak pada lingkungan perlu ditanamkan sedini mungkin, karena kedepannya permasalahan lingkungan yang kita hadapi, mungkin lebih beragam daripada saat ini,” timpal Dra. Jo Kumala Dewi, M.Sc. 

Editor : Novita Sari
Bagikan Artikel Ini