Waduh! Peserta Gerak Jalan di Labuan Teriakan Yel Yel 'Open BO' hingga 'Janda'

Ila Nurlaila Sari
.
Rabu, 10 Agustus 2022 | 12:59 WIB
Salah satu peserta lomba gerak jalan HUT RI gunakan rok dari tali rafia (Foto: Ila Nurlaila Sari)

LABUAN, iNewsCilegon.id - Setelah dua tahun karena pandemi akibat covid 19, kini warga di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, akhirnya bisa kembali melaksanakan dan menyaksikan lomba gerak jalan, sehingga tak heran antusiasme masyarakat untuk menyaksikan lomba gerak jalan tahun ini cukup tinggi.

Hal itu terlihat saat lomba gerak jalan tingkat sekolah dasar (SD) dan Sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) yang digelar pada Selasa (9/8/2022) dan Lomba gerak jalan untuk tingkat SLTA dan Umum dalam rangka memperingati HUT RI ke-77 yang dilaksanakan pada hari ini Rabu (10/8/2022).

Berdasarkan pantauan, sekitar pukul 10.00 wib kondisi jalan raya dihari kedua lomba cukup berbeda dengan kemarin, dimana tidak terjadi kepadatan dan penumpukan kendaraan sehingga mengakibatkan kemacetan, kondisi jalan raya terlihat lebih teratur, meski warga yang menonton cukup membludak.

Peserta gerak jalan hari ini memperlihatkan sejumlah variasi gerakan, kekompakan dan penghormatan sesuai dengan cara masing-masing. Tak hanya itu berdasarkan pantauan, Bahkan ada yang menggunakan pakaian yang cukup unik hingga yel yel kocak, sehingga membuat warga yang menonton terhibur.

Dari ratusan peserta ada yang menggunakan seragam yang terbuat dari anyaman tali rafia dan kain pantai, Ada juga yang menggunakan yel-yel dengan kata-kata 'Open BO' hingga 'Janda'. Sontak mendengar hal itu warga yang menyaksikan terbahak-bahak.

Salah satu Juri penilai, Andy Suhandi mengatakan, dalam lomba gerak jalan kali ini diikuti oleh ratusan peserta, dan dari sisi penilaian tidak ada yang berbeda dengan tahun sebelumnya.

"Peserta tahun ini.. tingkat SD sebanyak 78 regu SMP 82 regu. Tingkat SLTA 19 Regu dan Umum 160 Regu ada penambahan dibandingkan dengan tahun lalu, sementara untuk penilaian tidak ada yang berbeda yakni 5 dasar lkbb, Keseragaman dan Kekompakan," kata Andi. 

Andi menuturkan, yang berbeda ditahun ini hanya rutenya saja. Dimana tahun sebelumnya dari CCI menuju pasar Labuan, namun untuk kali ini diubah.

"Kemarin kita starting dari CCI langsung menuju lapangan ahmad yani, tapi Untuk hari ini kita mulai dari Coconut Carita Island (CCI) didesa Caringin, menuju arah pasar labuan dan finis di Lapangan Ahmad Yani yang berada di desa Labuan," kata Andi.

Salah satu warga, Mahdi Menyayangkan dihari pertama lomba tidak diberlakukan lalu lintas satu arah, karena selain menimbulkan kemacetan, warga juga khawatir akan keselamatan para peserta.

"Jadinya kami yang nonton gak fokus dan dag dig dug karena banyaknya kendaraan proyek dan truk besar-besar lewat sini, kenapa tidak dibuat satu arus aja? Kasian para peserta , tapi dihari ini agak mendingan mungkin karena beda rute," ungkap Mahdi. 

Menanggapi hal itu, Kepala unit Lalu Lintas (Kanit Lantas) Polsek Labuan Aipda Pupun Rustandi menjelaskan, bahwa kondisi macet dihari pertama lomba gerak jalan terjadi akibat ketidak sabaran para pengendara dalam berlalu lintas.

"Kemarin sebetulnya Kami sudah upayakan mengatur sedemikian rupa, namun para pengendara sepertinya tidak sabaran akhirnya saling salip, dan terjadi kemacetan," ucapnya.

Pupun menambahkan, jadwal lomba gerak jalan untuk kecamatan labuan berlangsung selama dua hari, dengan rute yang berbeda.

"Untuk hari kedua ini, lomba gerak jalan tingkat SMA dan Umum rutenya tidak lagi melewati jalan yang sama seperti kemarun, hari ini diarahkan ke Pasar Labuan menuju Hotel S Rizky dan finis di Lapangan ahmad yani," tuturnya.

Pupun menghimbau kepada seluruh warga yang menyaksikan lomba gerak jalan agar tertib dan tidak menambah kemacetan menjadi semakin tak terkendali.

"Silahkan nonton dengan nyaman jangan menghalangi jalan atau menutup jalan, meriahkan perayaan HUT RI ini dengan bijak agar menjadi contoh untuk generasi mendatang," pungkasnya.

Editor : Mahfud
Bagikan Artikel Ini