Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Aktivitas Gunung Anak Krakatau Dipastikan Mereda Usai Erupsi Hebat, Status Turun Jadi Waspada
Advertisement . Scroll to see content

Jasad di Pantai Labuan Bukan Jurnalis dan Kru yang Gugur Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau

Senin, 28 September 2026 | 09:15 WIB
  • author Mada Mahfud
Jasad di Pantai Labuan Bukan Jurnalis dan Kru yang Gugur Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau
Jasad ditemukan mengapung di pesisir Pantai Kampung Nelayan 1, Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang. (Foto: doc. Polres Pandeglang)

CILEGON, iNews Cilegon.id - Jasad yang ditemukan di pesisir Pantai Kampung Nelayan 1, Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang ternyata bukan bagian kelompok 5 jurnalis dan 3 kru kapal yang gugur saat liput erupsi Gunung Anak Krakatau pada 7 September 2026.

Polres Pandeglang bersama masyarakat mengevakuasi jasad seorang pria yang mengapung di pesisir Pantai Kampung Nelayan 1, Desa Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, pada Minggu (27/09) sekitar pukul 18.10 WIB.

Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea memastikan bahwa korban berinisial JN (55), warga Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang. Temuan ini sempat memicu spekulasi terkait insiden hilang kontaknya Kapal Arupadhatu 1 di Selat Sunda pada Senin (07/09/2026). 

"JN tidak memiliki keterkaitan dengan peristiwa hilang kontak Kapal Arupadhatu 1 di Perairan Selat Sunda. Korban merupakan warga Kecamatan Jiput yang sebelumnya berpamitan kepada keluarga untuk pergi memancing," kata Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea dalam keterangan, Minggu malam (27/9/2026). 

Kapal Arupadhatu 1 membawa 5 jurnalis—Yudistiro Pranoto (iNews TV), Muhammad Bagus Khoirunnas (LKBN Antara), Ari Basuki (Merdeka.com), Firdaus Wajidi (Anadolu Agency), dan Donal Husni (jurnalis lepas)—serta 3 kru kapal, yakni Warta (kapten), Heriyanto (pemandu), dan Surakman (ABK). 

Dari seluruh rombongan tersebut, tim gabungan sejauh ini baru berhasil menemukan dan mengidentifikasi 1 kru kapal, yaitu Surakman. 

Surakhman (60 tahun) ditemukan pada Sabtu, 12 September 2026. Identitasnya baru terkonfirmasi 23 September 2026 setelah tes DNA oleh Polda Banten. 

Penemuan jasad Surakhman cukup mengejutkan karena ditemukan di pesisir Pantai Desa Kahyapu, Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu. Jaraknya sekitar 344 hingga 347 kilometer dari titik awal hilang di perairan Gunung Anak Krakatau. 

Jasad Ternyata JN, Seorang Pemancing Warga Pandeglang

Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea menegaskan bahwa jenazah JN di Pantai Labuan sama sekali tidak berhubungan dengan musibah peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau tersebut.

Ia mengungkapkan jasad JN ditemukan warga saat hendak mengambil jemuran ikan asin di tepi pantai. Warga langsung melaporkan kejadian tersebut kepada masyarakat sekitar untuk kemudian bersama-sama mengevakuasi korban ke daratan.

Pihak kepolisian segera menggali data dan ternyata jasad tersebut adalah JN. Pihak keluarga telah beberapa hari tidak pulang ke rumah setelah terakhir kali berpamitan untuk pergi memancing.

Pihak keluarga murni menerima kejadian tragis ini sebagai musibah dan secara resmi menolak proses autopsi. Petugas kepolisian telah menyerahkan jenazah JN secara langsung kepada keluarga untuk dibawa ke rumah duka.

"Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah kemudian dibawa pihak keluarga ke rumah duka," kata Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea.

Editor: M Mahfud

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut