Kesehatan mental tak bisa dianggap enteng. Laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada September 2025 mengungkapkan fakta bahwa lebih dari satu miliar orang di berbagai penjuru dunia hidup dengan gangguan mental.
Sementara itu, riset di Jerman pada tahun 2024 juga mencatat tingginya tingkat gejala depresi dan kecemasan, dengan kelompok perempuan usia muda sebagai pihak yang sangat rentan.
Kondisi di dalam negeri pun menunjukkan tantangan serupa. Temuan Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) tahun 2022 menunjukkan bahwa satu dari tiga remaja Indonesia berusia 10 hingga 17 tahun, atau setara dengan 15,5 juta jiwa, mengalami permasalahan kesehatan mental.
"Fakta-fakta tersebut makin memperkuat komitmen KJRI Hamburg untuk hadir merangkul warganya di perantauan," tegas Renata.
Renata menyebut perwakilan RI akan terus memberikan pelindungan serta meningkatkan mutu pelayanan publik bagi WNI.
“KJRI ingin menunjukkan bahwa saudara-saudara tidak sendirian. Negara hadir bagi lebih dari 7.100 WNI di Hamburg, Bremen, Niedersachsen, dan Schleswig-Holstein,” tukas Renata.
Renata juga menambahkan bahwa kolaborasi erat antara perwakilan RI, komunitas WNI, dan pelbagai pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam memperkokoh jejaring dukungan kesehatan mental.
Lokakarya dihadiri secara langsung 40 WNI. Para peserta mengikuti rangkaian acara yang terbagi ke dalam dua sesi utama yang saling melengkapi.
Editor : M Mahfud
Artikel Terkait
