Sesi pertama bertajuk ruang sadar yang dipandu oleh Bayu Prihandito dari Life Architekture. Bayu mengajak para peserta untuk lebih mengenali diri sendiri, memahami gejolak emosi, serta merefleksikan perasaan yang sedang mereka alami.
Sesi ini memberikan kesempatan berharga bagi peserta untuk sejenak melepas pusingnya rutinitas harian, memberi ruang pada diri, dan membangun kesadaran emosional yang lebih sehat.
Sesi berikutnya berlanjut pada aktivitas kolase untuk kesehatan mental yang dipimpin oleh Nelden Djakababa-Gericke dari Kesmenesia. Nelden mengarahkan peserta untuk mengekspresikan dinamika perasaan, pengalaman pribadi, serta makna hidup melalui tulisan reflektif dan kreasi seni kolase.
Kedua sesi tersebut sukses menciptakan suasana yang aman dan hangat. Para peserta leluasa berekspresi, mendengarkan cerita satu sama lain, serta saling menguatkan baik dalam interaksi personal maupun diskusi kelompok kecil.
Panitia merangsang peserta untuk membangun afirmasi positif sekaligus menyadari bahwa setiap individu melintasi perjalanan hidup yang unik. Keberanian untuk membuka suara dan kesediaan untuk menyimak menjadi fondasi paling mendasar dalam menangani isu kesehatan mental.
Editor : M Mahfud
Artikel Terkait
