Logo Network
Network

Tak Bisa Beli Makanan, Warga Pandeglang Ini Mengaku Hanya Bisa Minum Air Putih untuk Sahur dan Buka

Ila Nurlaila Sari
.
Senin, 01 April 2024 | 10:45 WIB
Tak Bisa Beli Makanan, Warga Pandeglang Ini Mengaku Hanya Bisa Minum Air Putih untuk Sahur dan Buka
Abah Kalimi, warga Desa Idaman, Kec. Patia saat didatangi oleh warga. Foto: Istimewa

PATIA PANDEGLANG, iNewsCilegon.id - Ditengah gegap gempita perayaan hari jadi Kabupaten Pandeglang yang ke 150 tahun, ada kisah yang cukup miris yang dirasakan oleh Abah Kalimi. Kakek tua warga Kampung Karang Tengah, Desa Idaman, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten, ini hanya memakan pisang rebus dan garam disaat Ramadhan.

Meski kondisinya memprihatinkan, namun Abah Kalimi tetap menunaikan apa yang menjadi kewajibannya sebagai umat muslim. Kondisi Abah Kalimi sangat menyayat hati.

Abah Kalimi tinggal sebatangkara disebuah gubug reyot. Untuk memenuhi kebutuhannya Abah Kalimi membuat kerajinan anyaman bambu dan juga kolobot (daun pembungkus rokok tembakau) yang terbuat dari pohon aren.

Abah Kalimi mengatakan, proses pembuatan daun kolobot yang dibuatnya membutuhkan waktu lama, yakni hingga satu minggu untuk bisa dijual.

"Satu mingguan, dijualnya ke tetangga aja, Rp. 1.500 - Rp. 2.000 satu ikat isinya 6 lembar daun kaung utuh," kata Abah Kalimi. Minggu (31/3/2024).

Abah Kalimi menuturkan, kondisi sulit yang dialaminya terkadang membuat dirinya tak mampu membeli makanan yang layak untuk dimakan.

"Pernah empat hari gak makan karena tidak ada apa-apa untuk bisa dimakan, baik saat buka maupun sahur, paling minum air putih aja, kadang makan pisang rebus dicocol garam, kalo lagi ada mah," ujarnya.

Abah Kalimi mengaku, terkadang dirinya memiliki keinginan berbuka puasa dengan kurma, namun apalah daya itu hanyalah angan-angannya saja.

"Kangen pengen makan kurma saat buka puasa tapi gimana adanya hanya pisang rebus sama garam doang, itupun sisa tadi malam sahur," ungkapnya.

Editor : Mahfud

Follow Berita iNews Cilegon di Google News

Bagikan Artikel Ini