Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Perkuat Hubungan Indonesia-Bremen, Konjen RI Hamburg Temui Parlemen dan Kadin Bremen
Advertisement . Scroll to see content

Resmi Berlaku 1 Agustus 2025, Indonesia Terkena Tarif Masuk 32 Persen ke Amerika Serikat

Selasa, 08 Juli 2025 | 09:36 WIB
  • author Anton Suhartono/Mada Mahfud
Resmi Berlaku 1 Agustus 2025, Indonesia Terkena Tarif Masuk 32 Persen ke Amerika Serikat
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan tarif masuk produk dari 14 negara. Indonesia dikenakan tarif 32 persen yang mulai berlaku 1 Agustus 2025. Foto: Ist

WASHINGTON, iNews Cilegon.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan tarif masuk produk dari 14 negara. Indonesia dikenakan tarif 32 persen yang mulai berlaku 1 Agustus 2025.

Pengumuman disampaikan Donald Trump pada Senin (7/7/2025). Kebijakan tarif Donal Trump awalnya diumumkan April 2025. Namun dibatalkan pengadilan federal pada Mei 2025.

Trump mengajukan banding dan pengadilan tinggi mengizinkan tarif awal tetap berlaku hingga keputusan akhir. Dan pada 7 Juli 2025 inilah, Trump mengumumkan keputusan akhir.

Negara lain seperti Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Tunisia, Kazakhstan dikenakan tarif sebesar 25%.

Afrika Selatan dan Bosnia 30%, Bangladesh dan Serbia 35%, Kamboja dan Thailand 36%, serta Laos dan Myanmar 40%.

Masih Bisa Berubah

Meski tarif dipatok 32 persen, namun bukan berarti tidak bisa berubah. Trump menyatakan besaran tarif bisa berubah tergantung hubungan dengan Amerika Serikat.

Namun Trump menegaskan agar negara-negara tersebut tidak malakukan pembalasan. Trump mengancam akan melambungkan tarif masuk lagi jika ada pembalasan.

Trump juga memperingatkan negara-negara lain untuk tidak mengirim barangnya melalui negara ketiga guna menghindari tarif tinggi. Hika itu dilakukan tarif sama tinggi akan diterapkan.

Mengenai alasan memberlakukan tarif tinggi, Trump menyebut adanya defisit perdagangan AS.

Editor: M Mahfud

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut