Kalangan pesantren juga menegaskan komitmen agar setiap dugaan pelanggaran hukum diproses secara objektif, berkeadilan, dan tetap menjunjung tinggi supremasi hukum serta asas praduga tak bersalah.
Unjuk Gigi Keterampilan dan Budaya Santri
Suasana makin semarak ketika lima tim marching band santri tampil memukau di hadapan ribuan pasang mata. Kelima tim yang menguncang Alun-Alun Rangkasbitung yakni Gema Insan Karima, Darel Azhar Marching Band, CSPA Corps Syi'ar Putri Al Mizan Marching Band Gema Nada Manahijussadat, dan Marching Band Syiar Arrahmah Corps.
Aksi disiplin, kerapian formasi, dan harmoni musik para santri membius pengunjung dan wali santri yang hadir. Penampilan ini membuktikan bahwa pesantren tidak hanya mencetak ahli ilmu agama, tetapi juga melatih kepemimpinan, seni, dan kreativitas generasi muda.
Puncak acara pada 8 November 2026 ini merupakan muara dari marathon kegiatan yang dimulai sejak 22 Oktober 2026.
Rangkaian acara diawali dengan Festival Santri Lebak, Kompetisi Pencak Silat Santri di PP Darel Azhar yang diikuti lebih dari 1.500 peserta, Manahijussadat Open Marching Band pada 31 Oktober, hingga Coaching Clinic Marching Band*pada 7 November yang menghadirkan Duta Budaya Santriyah asal Wonosobo, Aprilia Dewi Amanda.
Agenda Tahunan
Melihat antusiasme luar bias, Presidium FSPP Provinsi Banten, KH. Sulaiman Effendi, Banten berharap Pesona Santri Banten dapat dipatenkan menjadi agenda tahunan.
Sulaiman menekankan, kemandirian pesantren akan jauh lebih bermakna jika dibersamai oleh kebijakan dan dukungan nyata dari pemerintah daerah secara berkelanjutan, bukan sekadar sinergi seremonial semata.
Editor : M Mahfud
Artikel Terkait
