Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Minta Jatah 30 Persen dari Proyek Rp9,9 Trilun ke Google, Nadiem Makarim Makin Diujung Tanduk
Advertisement . Scroll to see content

Tak Ada Lagi Tes Mata Pelajaran dalam SBMPTN, Nadiem: Daya Nalar Bukan Hafalan!

Kamis, 08 September 2022 | 13:15 WIB
  • author Tim iNews
Tak Ada Lagi Tes Mata Pelajaran dalam SBMPTN, Nadiem: Daya Nalar Bukan Hafalan!
Tes masuk Perguruan Tinggi Negeri lewat jalur SBMPTN akan lebih menitikberatkan pada daya nalar dan pemecahan masalah, bukan hafalan. (Foto: Tangkapan Layar)

JAKARTA, iNewsCilegon.id - Mendikbud Ristek RI (Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia), Nadiem Makarim menghapus tes mata pelajaran dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Sebagai gantinya, seleksi akan berfokus pada pengukuran kemampuan penalaran dan pemecahan masalah.

Menurut Nadiem, jalur SBMPTN yang sebelumnya hanya fokus pada tes mata pelajaran, secara tidak langsung memicu turunnya kualitas pembelajaran.

Peserta didik kurang mampu, juga dinilai Nadiem, jadi lebih sulit bersaing pada jalur SBMPTN.

"Tidak ada lagi tes mata pelajaran, tetapi hanya tes skolastik yang mengukur empat hal yaitu potensi kognitif, penalaran matematika, literasi dalam bahasa Indonesia, dan literasi dalam bahasa Inggris. Soal-soal akan menitikberatkan pada kemampuan penalaran peserta didik, bukan hafalan,” kata Nadiem dikutip Kamis (8/9/2022).

Ditambahkan Nadiem, hal itu membuat skema seleksi jadi lebih adil karena setiap peserta punya kesempatan yang sama untuk masuk di jalur seleksi nasional berdasarkan tes. 

"Oleh karena itu, kerja sama yang baik antara peserta didik dan guru melalui pengasahan daya nalar, akan meningkatkan kesuksesan peserta didik pada jalur seleksi berdasarkan tes,” terang Nadiem. 

Editor: Novita Sari

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut