Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Restorative Justice, Korban Laka Lantas dan Pengendara Truk Tronton di Kabupaten Lebak Sepakat Damai
Advertisement . Scroll to see content

Pemerkosaan Gadis Difabel, Restorative Justice Tak Berlaku untuk Kasus Pidana Berat

Senin, 31 Januari 2022 | 08:04 WIB
  • author M Mahfud
Pemerkosaan Gadis Difabel, Restorative Justice Tak Berlaku untuk Kasus Pidana Berat
Poengky Indarti, Anggota Kompolnas. Poengky menyatakan resorative justice tak berlaku untuk kasus pidana berat. (Foto: Ist)

Menurut Poengky, kasus perkosaan bukan delik aduan, sehingga tidak bisa dihentikan perkaranya meski pelapor mencabut laporannya. Apalagi dalam kasus ini, korban adalah perempuan difabel yang seharusnya dilindungi.

Langkah pelaku untuk menikahi gadis difabel yang diperkosanya menimbulkan kerentanan di kemudian hari.  Apalagi jika pelaku sudah beristri maka keputusannya menikahi korban berarti menyakiti perempuan lainnya.

Karena itu Poengky menegaskan perlunya proses hukum yang tegas kepada pelaku.  “Aparat penegak hukum harus memiliki sensitivitas gender dan melindungi perempuan korban kekerasan seksual,” tandas Poengky.

BACA JUGA:

Sempat Bebas, Dua Pelaku Pemerkosa Gadis Difabel Kembali Ditangkap

Poengky berharap penyidikan kasus ini dilakukan secara profesional, akuntabel, dan transparan dengan dukungan scientific crime investigation. Dengan demikia kasus segera dapat dilimpahkan ke Kejaksaan dan segera dapat dinyatakan lengkap P-21.

Editor: Usep Solehudin

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut